Rabu, 20 November 2013

Sumber Makanan yang Banyak Mengandung Vitamin B9

Sumber Makanan yang Banyak Mengandung Vitamin B9


Vitamin B9 atau yang biasa dikenal dengan nama Asam Folat adalah vitamin yang sangat penting bagi tubuh manusia. Kebutuhan asam folat ini memang sangat penting karena asam folat berfungsi untuk regenerasi sel dan sangat berperan dalam membangun sel pada otak manusia. Pada umumnya, manusia hanya membutuhkan vitamin B9 dengan konsentrasi yang sedikit namun manusia terkadang lupa dengan kebutuhan vitamin yang satu ini sehingga banyak yang kekurangan vitamin B9 ini. Vitamin B9 juga berperan dalam pembentukan otak janin sehingga mengurangi resiko bayi lahir cacat pada ibu hamil. Untuk melengkapi kebutuhan vitamin B9 harian, anda bisa memilih beberapa makanan yang banyak mengandung vitamin B9 seperti berikut ini.


Makanan yang Mengandung Vitamin B9

Biji Bunga matahari:
Biji bunga matahari ternyata banyak mengandung vitamin B9. Dalam secangkit bunga matahari terdapat sekitar 83 mg asam folat. Jumlah ini relative tinggi untuk ukuran kebutuhan vitamin B9 harian.

Kacang-kacangan:
Kacang-kacangan banyak mengandung asam folat terutama pada kacang koro. Kacang koro ini mengandung hingga 358 mg asam folat dalam tiap cangkirnya. Selain kacang koro, ternyata kacang hijau juga banyak mengandung vitamin B9. Kacang hijau ini banyak ditemukan di Indonesia sehingga banyak orang Indonesia yang banyak memilih kacang hijau sebagai pelengkap kebutuhan asam folat harian.


Daging:
Daging juga merupakan sumber asam folat. Terutama pada daging sapi dan hati sapi. Namun ternyata selain daging juga ada yang banyak mengandung asam folat yaitu kuning telur. Pada kuning telur terkandung berbagai vitamin dan terutama adalah asam folat. Memang konsentrasi asam folat pada kuning telur tidak sebanyak pada daging. Namun jika kita memakan kuning telur, kebutuhan asam folat harian bisa terpenuhi.


Selasa, 12 November 2013

Hyperbaric

Hyperbaric

Hyperbaric (merupakan terapi medis yang memiliki dasar ilmu kedokteran dan terbukti secara klinis dengan cara pemberian oksigen murni kepada peserta terapi Hiperbarik yang berada didalam ruangan bertekanan tinggi dengan tujuan meningkatkan kadar oksigen dalam darah, plasma dan jaringan.


Prinsip Kerja Hyperbaric

Sesuai prinsip dasar fisika bahwa jika kita menghirup Oksigen Murni dalam ruangan bertekanan tinggi akan meningkatkan kelarutan oksigen dalam darah plasma dan jaringan tubuh kita sehingga merangsang pembentukan sel-sel dan jaringan baru pada tubuh kita lebih cepat.


Indikasi dan kegunaan Terapi Oksigen Hyperbaric



1. Penyembuhan luka bermasalah (luka diabetes, gangrene, luka bakar)
  • Mempercepat penyembuhan luka
  • Membunuh bakteri
  • Mengaktifkan fungsi darah putih
  • Telah dilakukan lebih dari 30 tahun dan terbukti efektif secara klinis (FDA approved)
  • Memperbaiki sirkulasi darah dan oksigen ke jaringan luka
  • Memicu pembentukan tulang baru
  • Mempercepat penyembuhan luka patah tulang
  • Mengurangi oedema / pembengkakan
  • Mengatasi keadaan hipoksia (rendah oksigen) yang terjadi di dalam saraf pendengaran
  • Terbukti efektif secara klinis (FDA approved)
  • Meningkatkan hantaran oksigen ke jaringan saraf yang iskemik (kurang oksigen)
  • Mempercepat penyembuhan jaringan saraf yang terluka
  • Memperbaiki kondisi otak yang rendah akan oksigen dan tingginya faktor inflamasi
  • Sudah banyak dilakukan di mancanegara dan terbukti efektif
  • Semakin bertambah usia tubuh manusia semakin kekurangan oksigen
  • Hiperbarik oksigen memperbaiki kekurangan tersebut sehingga organ dan jaringan tubuh dapat berfungsi maksimal dan tetap terjaga
  • Terbukti secara klinis meningkatkan jumlah stem cell


Kelainan paru tertentu, infeksi saluran nafas atas dan beberapa kondisi medis tertentu akan menyebabkan pasien kesulitan menyesuaikan diri dalam ruangan hiperbarik. Sebelum melakukan terapi sebaiknya melakukan konsultasi dahulu dengan dokter hiperbarik.



Efek samping Terapi Oksigen Hyperbaric
Efek samping yang biasa terjadi adalah Baro Trauma (sakit pada telinga) yang diakibatkan ketidakmampuan pasien menyesuaikan tekanan dalam ruang hyperbaric dan intoksikasi oksigen yang disebabkan bernafas yang tidak semestinya dalam ruang hiperbarik. Untuk mengatasi hal tersebut pasien akan selalu didampingi perawat yang akan mengajarkan cara menyesuaikan terhadap tekanan dan metode bernafas yang benar dalam ruang hyperbaric.

2. Membantu penyembuhan patah tulang

3. Masalah gangguan pendengaran (sudden deafness, tinnitus & migraine)
4. Masalah penyakit saraf & penyakit stroke
5. Autism dan Cerebral Palsy
6. Kebugaran & kecantikan


Kontraindikasi Terapi Oksigen Hiperbarik

artikel lainnya: Laser & Aesthetic, Orthopedic, Digestive, Penyakit Jantung, Neuroradiology

sumber: Bethsaida Hospital : http://www.bethsaidahospitals.com